Kasus HAM yang Memberatkan Lawan

10 Sep 2014

Peristiwa pelanggaran HAM dan kekerasan terkait Pilpres selama satu bulan saja yaitu Mei-Juni 2014 mencapai angka 62 peristiwa. Paling banyak penyebaran kebencian yaitu 43 peristiwa,” kata Kepala Biro Pemantauan dan Dokumentasi KontraS Ananto dalam diskusi bertema “Kampanye Hitam vs Kampanye Mendidik” di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (21/6/2014).

Berdasarkan catatan KontraS, penyebaran kebencian bisa dilakukan secara langsung, lewat media online, media sosial atau selebaran. “Penyebaran kebencian atau hate speech memenuhi 3 unsur yaitu punya tujuan, melakukan penghasutan, dan menghasilkan penilaian yang menyesatkan,” ucapnya.

Ananto lalu memaparkan beberapa contoh kasus penyebaran kebencian yang terjadi. “KontraS menemukan kader parpol melakukan penyebaran kebencian lewat medsos. Sedangkan metode secara langsung terjadi di Bandung,” ujarnya.

Dari catatan-catatan ini, KontraS menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM di Pilpres 2014 ini. Bawaslu, KPU, Polri dan Komnas HAM diminta bertindak tegas.

“(KontraS) Merekomendasikan KPU dan Bawaslu menindaklanjugi temuan peristiwa pelanggaran HAM dan penyebaran kebencian. Polri menindaklanjuti dari Bawaslu dan KPU. Komnas HAM, sesuai undang undang, melakukan pemeriksaan pada peristiwa yang menyangkut HAM,” papar Ananto.

“Dan untuk peserta pilpres agar menunjukkan sikap politik yang santun,” lanjutnya.

Dalam diskusi ini hadir pula Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Eko Maryadi dan anggota Timses Jokowi-JK Alexander Lay. Timses Prabowo-Hatta juga telah diundang dalam diskusi ini namun tidak hadir.


TAGS Kasus HAM


-

Author

Follow Me